Featured Post

Inilah solusi jika mengalami monitor hanya menampilkan layar hitam

Gambar
Inilah Solusi Jika Mengalami Monitor Hanya Menampilkan Layar Hitam Pernahkah kamu mengalami momen menyebalkan saat komputer dinyalakan, tapi monitor tetap menampilkan layar hitam pekat? Rasanya seperti ada yang tidak beres dan bikin panik, kan? Masalah ini memang umum terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Artikel ini akan membahas tuntas penyebab, cara mendiagnosis, hingga solusi ampuh untuk mengatasi masalah monitor yang hanya menampilkan layar hitam. Tenang saja, kita akan bahas dengan bahasa yang mudah dipahami, seperti ngobrol santai dengan teman yang jago komputer. Yuk, simak! Pengenalan Masalah Pernah nggak sih lagi asyik kerja atau main game, tiba-tiba layar monitor langsung blank hitam? Pasti bikin kaget dan frustrasi banget, ya! Masalah monitor hanya menampilkan layar hitam ini memang sering banget terjadi, baik di komputer desktop maupun laptop. Bayangkan, lagi deadline kerjaan, tiba-tiba layar mati total. Atau lagi seru-s...

Apa yang harus dilakukan saat Windows Explorer sering crash dan tidak bisa dibuka

Apa yang harus dilakukan saat Windows Explorer sering crash dan tidak bisa dibuka - Featured Image

Kenapa Windows Explorer Sering Crash? Ini Solusinya!

Pernah nggak lagi asyik buka folder, eh, tiba-tiba Windows Explorer langsung not responding? Rasanya kayak lagi enak-enak nyantai, terus disiram air dingin. Ini bukan cuma bikin kesel, tapi juga bisa ganggu banget kerjaan. Nah, artikel ini bakal ngebahas tuntas kenapa Windows Explorer sering crash dan yang lebih penting, gimana cara ngatasinnya! Jadi, simak baik-baik ya, biar nggak panik lagi kalau kejadian kayak gini.

Pengenalan Masalah

Windows Explorer crash atau berhenti bekerja memang jadi momok buat pengguna Windows. Bayangin aja, lagi mau copy file penting buat presentasi besok, eh malah hang. Kejadian kayak gini sering banget terjadi dan dampaknya lumayan bikin repot. Selain ganggu workflow, bisa juga bikin data yang lagi dikerjain jadi corrupt.

Gejala umumnya sih gampang dikenali. Biasanya layar jadi freeze, muncul tulisan "Windows Explorer not responding", atau bahkan Windows Explorer langsung ketutup sendiri. Kadang, semua ikon di taskbar juga ikutan ilang. Saya pernah menangani kasus serupa pada laptop gaming yang ternyata RAM-nya bermasalah. Awalnya, user cuma ngeluh explorer sering crash, tapi lama-lama jadi blue screen.

Dampak negatifnya jelas bikin produktivitas menurun. Nggak cuma itu, kalau keseringan crash, bisa juga bikin sistem operasi jadi nggak stabil dan ujung-ujungnya performa komputer jadi lambat. Masalah ini biasanya muncul pas lagi buka banyak folder sekaligus, lagi copy-paste file berukuran besar, atau pas lagi browsing internet sambil buka Windows Explorer. Intinya, pas lagi banyak aktivitas yang membebani sistem.

Penyebab Utama

Ada beberapa biang kerok yang sering bikin Windows Explorer crash. Yuk, kita bedah satu per satu:

1. File Explorer yang Korup atau Rusak

Ini ibaratnya fondasi rumah yang retak. Kalau file sistem Windows Explorer-nya sendiri udah rusak, ya pasti sering error. File sistem ini penting banget buat menjalankan Windows Explorer dengan benar. Kerusakan bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya virus, kesalahan update Windows, atau bahkan mati listrik pas lagi proses update. Secara teknis, file-file DLL (Dynamic Link Library) yang dibutuhkan Windows Explorer bisa jadi corrupt atau hilang. Skenario umumnya, habis update Windows, terus tiba-tiba Windows Explorer jadi sering crash.

2. Masalah Driver

Driver itu kayak penerjemah antara hardware dan software. Kalau drivernya outdated, corrupt, atau nggak kompatibel, bisa bikin masalah. Terutama driver display atau kartu grafis. Driver yang bermasalah bisa bikin tampilan Windows Explorer jadi nggak stabil dan akhirnya crash. Penjelasannya, Windows Explorer menggunakan hardware grafis untuk menampilkan tampilan folder dan file. Kalau drivernya error, proses ini jadi terganggu. Skenario umum: Baru install driver baru buat kartu grafis, eh malah Windows Explorer jadi sering crash.

3. Konflik Software atau Ekstensi Shell

Software atau ekstensi yang baru diinstall bisa jadi penyebab masalah. Kadang, ada software yang "berantem" sama Windows Explorer atau ada ekstensi shell (semacam plugin buat Windows Explorer) yang bikin error. Ekstensi shell ini sering banget dipasang sama aplikasi pihak ketiga, misalnya aplikasi cloud storage atau aplikasi kompresi file. Kalau ekstensi shell ini bermasalah, bisa bikin Windows Explorer jadi nggak stabil. Skenario umum: Baru install aplikasi cloud storage, terus Windows Explorer jadi sering crash pas klik kanan di file atau folder.

4. Memori (RAM) Bermasalah

RAM yang bermasalah bisa menyebabkan berbagai masalah di komputer, termasuk Windows Explorer yang sering crash. RAM itu tempat penyimpanan data sementara yang dipake sama aplikasi yang lagi jalan. Kalau RAM-nya error, data yang diproses sama Windows Explorer bisa jadi corrupt dan akhirnya crash. Penjelasannya, Windows Explorer membutuhkan RAM untuk menyimpan informasi tentang folder dan file yang sedang dibuka. Kalau RAM-nya bermasalah, informasi ini bisa jadi nggak valid. Skenario umum: Laptop udah lama dipake, terus mulai sering crash nggak jelas, salah satunya Windows Explorer.

Diagnosis Masalah

Sebelum nyari solusi, kita perlu tau dulu apa yang sebenarnya terjadi. Ini kayak dokter yang harus diagnosa penyakit sebelum ngasih obat. Berikut beberapa cara buat diagnosa masalah Windows Explorer yang sering crash:

1. Cek Event Viewer

Event Viewer itu kayak buku catatan harian Windows. Di sini, kita bisa lihat log error dan peringatan yang dicatat sama sistem. Cari error yang berhubungan sama "Explorer.exe" atau "Application Error". Di situ biasanya ada keterangan yang lebih detail tentang penyebab crash-nya. Langkah-langkahnya: Klik kanan tombol Start, pilih "Event Viewer". Buka "Windows Logs" > "Application". Cari error yang berkaitan sama "Explorer.exe".

2. Jalankan Sistem File Checker (SFC)

SFC itu tools bawaan Windows buat ngecek dan memperbaiki file sistem yang rusak. Kalau ada file sistem Windows Explorer yang corrupt, SFC bakal berusaha memperbaikinya. Caranya: Buka Command Prompt sebagai administrator (klik kanan tombol Start, pilih "Command Prompt (Admin)" atau "Windows PowerShell (Admin)"). Ketik "sfc /scannow" terus enter. Tunggu sampai proses selesai.

3. Gunakan Task Manager

Task Manager bisa bantu kita lihat proses apa aja yang lagi jalan dan seberapa banyak sumber daya yang dipake. Kalau ada proses yang makan RAM atau CPU terlalu banyak, itu bisa jadi penyebab Windows Explorer jadi lemot dan akhirnya crash. Caranya: Tekan Ctrl+Shift+Esc buat buka Task Manager. Lihat tab "Processes" dan urutkan berdasarkan pemakaian CPU atau Memory. Cari proses yang mencurigakan.

4. Cek Driver dengan Device Manager

Device Manager nunjukkin semua hardware yang terpasang di komputer dan status drivernya. Cek apakah ada driver yang tanda seru kuning, yang artinya ada masalah dengan driver tersebut. Terutama driver display atau kartu grafis. Caranya: Klik kanan tombol Start, pilih "Device Manager". Lihat apakah ada tanda seru kuning di salah satu hardware. Kalau ada, coba update atau reinstall drivernya.

5. Boot ke Safe Mode

Safe Mode itu mode Windows yang cuma jalanin file dan driver penting aja. Kalau Windows Explorer nggak crash di Safe Mode, berarti ada masalah dengan software atau driver pihak ketiga. Caranya: Restart komputer. Pas lagi booting, tekan terus tombol F8 (atau Shift+F8, tergantung merk laptop). Pilih "Safe Mode" dari menu yang muncul.

Tanda-tanda peringatan yang nunjukkin masalah serius yang perlu bantuan profesional: Blue screen of death (BSOD) yang sering muncul, Windows nggak bisa booting sama sekali, hard disk bunyi aneh, atau masalah hardware lainnya. Kalau udah kayak gini, mending langsung bawa ke tukang servis aja, daripada makin parah.

Solusi Cepat

Kadang, kita butuh solusi cepet buat ngademin Windows Explorer yang lagi ngamuk. Berikut beberapa solusi sementara yang bisa dicoba:

1. Restart Windows Explorer Lewat Task Manager

Ini kayak reset kecil-kecilan buat Windows Explorer. Cara paling gampang buat balikin Windows Explorer yang lagi hang. Buka Task Manager (Ctrl+Shift+Esc). Cari "Windows Explorer" di tab "Processes". Klik kanan, pilih "Restart". Ini bakal nutup dan buka lagi Windows Explorer.

2. Hapus File Cache Windows Explorer

File cache itu file sementara yang disimpen sama Windows Explorer buat mempercepat akses ke folder dan file. Tapi, kadang file cache ini bisa jadi corrupt dan bikin masalah. Hapus file cache bisa jadi solusi buat ngatasin Windows Explorer yang sering crash. Caranya: Buka "File Explorer Options" (cari di Start Menu). Di tab "View", centang "Show hidden files, folders, and drives". Hilangkan centang "Hide protected operating system files (Recommended)". Buka folder "C:\Users\[Nama Pengguna]\AppData\Local\Microsoft\Windows\Explorer". Hapus semua file yang ada di situ.

3. Matikan Sementara Aplikasi yang Mencurigakan

Kalau curiga ada aplikasi yang bikin Windows Explorer crash, coba matiin dulu sementara. Caranya, buka Task Manager (Ctrl+Shift+Esc). Lihat tab "Processes" dan cari aplikasi yang mencurigakan. Klik kanan, pilih "End task". Cek apakah Windows Explorer masih crash setelah aplikasi dimatikan.

Peringatan: Solusi cepet ini cuma bersifat sementara. Kalau masalahnya tetep muncul, berarti kita perlu nyari solusi yang lebih permanen. Hati-hati juga pas ngedit file sistem atau registry, salah-salah malah bikin masalah baru.

Langkah-Langkah Penyelesaian

Nah, sekarang kita masuk ke langkah-langkah penyelesaian masalah yang lebih mendalam. Ini kayak operasi bedah buat ngilangin penyakit Windows Explorer.

Langkah 1: Update Driver Kartu Grafis*

Driver yang outdated sering jadi penyebab masalah. Pastikan driver kartu grafis kamu udah yang paling baru.

Buka Device Manager (klik kanan tombol Start, pilih "Device Manager").

Expand "Display adapters".

Klik kanan kartu grafis kamu, pilih "Update driver".

Pilih "Search automatically for updated driver software".

(Sisipkan tangkapan layar Device Manager)

Langkah 2: Jalankan Disk Cleanup*

File sampah yang numpuk bisa bikin Windows Explorer jadi lemot dan akhirnya crash.

Cari "Disk Cleanup" di Start Menu.

Pilih drive C:, klik "OK".

Centang semua kotak (kecuali "Downloads" kalau kamu nggak mau hapus file download).

Klik "OK".

Langkah 3: Periksa Disk dengan CHKDSK*

CHKDSK itu tools bawaan Windows buat ngecek dan memperbaiki kesalahan di hard disk.

Buka Command Prompt sebagai administrator (klik kanan tombol Start, pilih "Command Prompt (Admin)" atau "Windows PowerShell (Admin)").

Ketik "chkdsk /f /r C:" terus enter.

Ketik "Y" buat setuju ngecek disk pas restart.

Restart komputer.

Langkah 4: Nonaktifkan Ekstensi Shell Pihak Ketiga*

Ekstensi shell yang bermasalah bisa bikin Windows Explorer jadi nggak stabil.

Download ShellExView dari NirSoft (gratis).

Jalankan ShellExView.

Urutkan berdasarkan kolom "Company".

Nonaktifkan semua ekstensi shell yang bukan dari Microsoft (klik kanan, pilih "Disable").

Restart Windows Explorer.

(Sisipkan tangkapan layar ShellExView)

Langkah 5: Scan Virus dengan Antivirus*

Virus atau malware bisa merusak file sistem Windows Explorer.

Jalankan antivirus yang kamu punya (Windows Defender juga udah cukup bagus).

Lakukan full scan seluruh sistem.

Hapus atau karantina semua virus yang ditemukan.

Langkah 6: Reset Windows Explorer Lewat Registry Editor (Hati-Hati!)*

Ini langkah yang agak ekstrim, jadi hati-hati ya. Salah ngedit registry bisa bikin masalah yang lebih parah.

Tekan Windows Key + R, ketik "regedit" terus enter.

Buka "HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer".

Hapus folder "Streams".

Buka "HKEY_CURRENT_USER\Software\Classes\Local Settings\Software\Microsoft\Windows\Shell".

Hapus folder "Bags" dan "BagMRU".

Restart komputer.

Langkah 7: Perbarui Windows ke Versi Terbaru*

Update Windows seringkali berisi perbaikan bug dan peningkatan stabilitas.

Buka "Settings" (Windows Key + I).

Pilih "Update & Security".

Klik "Check for updates".

Install semua update yang tersedia.

Alat yang diperlukan: ShellExView (gratis), antivirus, dan sedikit keberanian buat ngedit registry.

Solusi Alternatif

Kalau langkah-langkah di atas belum berhasil, jangan putus asa dulu. Masih ada beberapa solusi alternatif yang bisa dicoba:

1. Gunakan System Restore

System Restore itu fitur Windows yang bisa balikin sistem ke kondisi sebelumnya. Kalau kamu inget kapan terakhir Windows Explorer berfungsi dengan baik, coba balikin sistem ke titik itu. Caranya: Cari "System Restore" di Start Menu. Pilih "Create a restore point". Ikuti langkah-langkahnya.

2. Buat Profil Pengguna Baru

Profil pengguna yang rusak bisa jadi penyebab masalah. Coba buat profil pengguna baru dan lihat apakah Windows Explorer berfungsi dengan baik di profil baru. Caranya: Buka "Settings" (Windows Key + I). Pilih "Accounts" > "Family & other users". Klik "Add someone else to this PC". Ikuti langkah-langkahnya.

Alternatif ini paling tepat digunakan kalau kamu curiga masalahnya ada di profil pengguna kamu sendiri, bukan di sistem Windows secara keseluruhan.

Tips Pencegahan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa tips buat mencegah Windows Explorer sering crash di masa depan:

1. Jaga Kebersihan Sistem

Rutin hapus file sampah, uninstall aplikasi yang nggak kepake, dan defrag hard disk (kalau masih pake hard disk mekanik).

2. Update Driver Secara Teratur

Pastikan driver hardware kamu selalu yang paling baru, terutama driver kartu grafis.

3. Hati-Hati dengan Software yang Diinstall

Jangan install software dari sumber yang nggak jelas. Baca review sebelum install.

4. Scan Virus Secara Teratur

Jalankan antivirus minimal seminggu sekali.

5. Jangan Buka Terlalu Banyak Folder Sekaligus

Membuka terlalu banyak folder sekaligus bisa bikin Windows Explorer jadi lemot dan akhirnya crash.

Alat yang direkomendasikan: CCleaner (gratis), Malwarebytes Anti-Malware (berbayar).

Kasus Khusus

Ada beberapa kasus khusus di mana solusi standar mungkin nggak berhasil:

1. Windows Explorer Crash Setelah Update Windows 10

Kadang, update Windows 10 malah bikin masalah baru. Solusinya, coba uninstall update terakhir. Caranya: Buka "Settings" (Windows Key + I). Pilih "Update & Security" > "View update history". Klik "Uninstall updates". Pilih update yang terakhir diinstall, klik "Uninstall".

2. Windows Explorer Crash Saat Copy File Besar

Ini biasanya disebabkan oleh RAM yang kurang atau hard disk yang lambat. Solusinya, upgrade RAM atau ganti hard disk dengan SSD.

3. Windows Explorer Crash di Windows XP/Vista/7

Sistem operasi yang udah lama biasanya lebih rentan terhadap masalah kompatibilitas. Solusinya, pertimbangkan upgrade ke Windows 10 atau 11.

Pertanyaan Umum

Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang Windows Explorer yang sering crash:

1. Kenapa Windows Explorer sering crash padahal RAM saya masih banyak yang kosong?*

RAM yang kosong bukan jaminan Windows Explorer nggak akan crash. Masalahnya bisa jadi ada di driver, software yang konflik, atau file sistem yang corrupt. Walaupun RAM masih ada, proses yang berjalan di Windows Explorer mungkin menggunakan RAM yang bermasalah atau mengalokasikan RAM dengan cara yang tidak efisien. Selain itu, perhatikan juga kecepatan RAM yang digunakan. RAM dengan kecepatan rendah dapat memperlambat kinerja sistem dan menyebabkan crash.

2. Apakah SSD bisa membantu mengatasi masalah Windows Explorer yang sering crash?*

SSD bisa membantu banget. SSD jauh lebih cepat daripada hard disk mekanik. Dengan SSD, Windows Explorer jadi lebih responsif dan nggak gampang crash karena nunggu loading data. Bayangkan seperti ini: hard disk mekanik seperti jalanan macet, sedangkan SSD seperti jalan tol. Tentu saja, perjalanan akan lebih lancar dan cepat dengan jalan tol. Selain itu, SSD juga lebih tahan terhadap guncangan, sehingga lebih aman jika laptop sering dibawa-bawa.

3. Bagaimana cara tahu ekstensi shell mana yang bikin masalah?*

Cara paling gampang ya pake ShellExView. Di ShellExView, kamu bisa nonaktifkan satu per satu ekstensi shell, terus restart Windows Explorer. Kalau Windows Explorer nggak crash setelah nonaktifkan ekstensi tertentu, berarti ekstensi itulah biang keroknya. Proses ini memang agak memakan waktu, tapi lebih baik daripada menebak-nebak tanpa bukti. Selain itu, perhatikan juga tanggal instalasi ekstensi shell tersebut. Jika crash mulai terjadi setelah instalasi ekstensi tertentu, kemungkinan besar ekstensi tersebut adalah penyebabnya.

4. Apakah sering restart komputer bisa membantu mencegah Windows Explorer crash?*

Restart komputer itu kayak reset buat sistem. Dengan restart, semua proses yang lagi jalan dimatiin dan komputer mulai dari awal lagi. Ini bisa membantu ngilangin bug atau glitch sementara yang bikin Windows Explorer crash. Tapi, ini bukan solusi permanen. Kalau masalahnya tetep muncul, berarti kita perlu nyari solusi yang lebih mendalam. Idealnya, restart komputer dilakukan secara berkala, misalnya seminggu sekali atau setelah melakukan perubahan besar pada sistem.

5. Apa bedanya "End Task" dan "Restart" di Task Manager buat Windows Explorer?*

"End Task" itu kayak matiin paksa Windows Explorer. Ini bisa bikin data yang lagi dikerjain ilang. "Restart" itu nutup dan buka lagi Windows Explorer secara normal. Ini lebih aman daripada "End Task". Jadi, sebisa mungkin pilih "Restart" daripada "End Task". Jika "Restart" tidak berhasil, barulah gunakan "End Task" sebagai pilihan terakhir.

6. Berapa RAM yang ideal untuk menjalankan Windows Explorer dengan lancar?*

Untuk menjalankan Windows Explorer dengan lancar, minimal RAM 4GB. Tapi, kalau kamu sering buka banyak folder sekaligus atau lagi multitasking berat, mending pake RAM 8GB atau lebih. Apalagi kalau kamu sering menggunakan aplikasi yang membutuhkan banyak memori, seperti Adobe Photoshop atau video editor. Semakin besar RAM, semakin lancar Windows Explorer berjalan.

Kapan Menghubungi Teknisi

Kadang, masalah Windows Explorer udah terlalu rumit buat diatasi sendiri. Berikut tanda-tanda kalau kamu perlu minta bantuan teknisi:

1. Blue Screen of Death (BSOD) yang Sering Muncul: Ini nunjukkin ada masalah hardware atau driver yang serius.

2. Windows Nggak Bisa Booting Sama Sekali: Ini nunjukkin ada masalah dengan file sistem Windows.

3. Udah Coba Semua Solusi, Tapi Masalah Tetep Muncul: Mungkin ada masalah yang lebih dalam yang nggak bisa diatasi dengan solusi standar.

Sebelum menghubungi teknisi, siapin informasi berikut: Versi Windows yang kamu pake, spesifikasi komputer (RAM, prosesor, kartu grafis), deskripsi masalah yang detail, dan solusi yang udah kamu coba. Cari teknisi yang punya reputasi baik dan pengalaman di bidang troubleshooting Windows. Jangan tergoda sama harga murah, tapi utamakan kualitas dan keahlian.

Rekomendasi Software/Tools

Berikut beberapa software dan tools yang bisa bantu kamu ngatasin masalah Windows Explorer:

1. CCleaner (Gratis): Buat bersihin file sampah dan registry.

2. Malwarebytes Anti-Malware (Berbayar): Buat scan virus dan malware.

3. ShellExView (Gratis): Buat manage ekstensi shell.

4. CrystalDiskInfo (Gratis): Buat cek kesehatan hard disk/SSD.

5. Memtest86 (Gratis): Buat tes RAM.

CrystalDiskInfo dan Memtest86 sangat berguna untuk mendeteksi masalah hardware yang mungkin menjadi penyebab crash. CrystalDiskInfo akan memberikan informasi tentang suhu, kondisi, dan performa hard disk/SSD, sedangkan Memtest86 akan melakukan pengujian mendalam terhadap RAM untuk mencari kesalahan.

Tips Ahli

Berikut beberapa tips dari pakar IT buat ngatasin masalah Windows Explorer dengan efektif:

1. Perhatikan Suhu Komputer: Suhu komputer yang terlalu tinggi bisa bikin hardware jadi nggak stabil dan menyebabkan crash. Pastikan ventilasi komputer lancar dan bersihin debu secara teratur.

2. Gunakan SSD: SSD jauh lebih cepat dan stabil daripada hard disk mekanik. Dengan SSD, Windows Explorer jadi lebih responsif dan nggak gampang crash.

3. Jangan Install Terlalu Banyak Software: Semakin banyak software yang diinstall, semakin besar kemungkinan terjadi konflik dan menyebabkan masalah. Install software yang bener-bener kamu butuhin aja.

4. Backup Data Secara Teratur: Kalau Windows Explorer crash dan data kamu ilang, kamu masih punya backup. Backup data itu penting banget, apalagi kalau data kamu penting banget.

Studi Kasus

Berikut beberapa contoh kasus nyata di mana Windows Explorer crash menyebabkan masalah serius:

Kasus 1: Seorang desainer grafis kehilangan file desain penting karena Windows Explorer crash saat lagi copy-paste. Ternyata, masalahnya ada di RAM yang bermasalah. Setelah ganti RAM, Windows Explorer nggak crash* lagi dan desainer grafis itu bisa kerja dengan lancar.

Kasus 2: Seorang akuntan kehilangan data keuangan karena Windows Explorer crash saat lagi buka file Excel berukuran besar. Ternyata, masalahnya ada di hard disk yang udah bad sector. Setelah ganti hard disk dengan SSD, Windows Explorer nggak crash* lagi dan akuntan itu bisa kerja dengan lancar.

Kesimpulan

Windows Explorer yang sering crash memang nyebelin, tapi jangan panik. Dengan langkah-langkah yang udah dijelasin di atas, kamu bisa ngatasin masalah ini sendiri. Ingat, yang penting itu teliti, sabar, dan jangan takut buat nyoba. Kalau masalahnya tetep muncul, jangan ragu buat minta bantuan teknisi. Jaga kebersihan sistem, update driver secara teratur, dan backup data secara teratur buat mencegah masalah ini muncul lagi di masa depan. Jangan biarkan Windows Explorer yang crash bikin kerjaan kamu jadi terhambat! Sekarang, giliran kamu buat praktik langsung. Selamat mencoba!

Last updated: 2/27/2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah solusi jika mengalami monitor hanya menampilkan layar hitam

Inilah solusi jika mengalami BSOD dengan error CRITICAL PROCESS DIED

Solusi terbaik untuk komputer tidak mau menyala